Di jenjang SMA Al-Irsyad Surabaya, siswa mengembangkan alat penyiraman tanaman otomatis yang bekerja ketika kondisi tanah kering sebagai wujud penerapan konsep Science, Technology, Engineering, Art & Mathematics (STEAM).
Ide tersebut berangkat dari persoalan sederhana: bagaimana tanaman tetap mendapatkan air sesuai kebutuhannya tanpa harus selalu disiram secara manual?
Dari pertanyaan sederhana tersebut, siswa kemudian mengembangkan sistem otomatis yang memanfaatkan sensor dan mekanisme pengendalian.
Proyek ini memperlihatkan penerapan konsep teknologi dan rekayasa dalam kehidupan sehari-hari.
Siswa tidak hanya memahami teori mengenai sensor dan sistem otomatisasi, tetapi juga mendapatkan pengalaman merancang sebuah solusi berdasarkan kebutuhan nyata.
Salah satu tujuan utama pendekatan STEAM adalah memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan critical thinking, creativity, collaboration, communication, dan problem solving.
Konsep tersebut terasa nyata dalam berbagai proyek yang dikembangkan oleh siswa Yayasan Perguruan Al-Irsyad Surabaya.
Menariknya, proyek yang dihasilkan tidak harus selalu rumit. Justru dari persoalan sederhana di sekitar kehidupan sehari-hari, siswa belajar menemukan hubungan antara ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika.
Keterangan foto:
Siswa SMA Al-Irsyad menjelaskan sistem penyiraman tanaman otomatis yang dirancang untuk merespons kondisi tanah.
Liputan: Yuda Wijaya
Editor: Oki Aryono